Sejarah Singkat
Gaya arsitektur Victorian berkembang di Inggris selama era Victoria (1837-1901), dan mencerminkan kemakmuran, kemajuan teknologi, dan estetika Romantisisme pada masa itu. Gaya ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia, dan menjadi populer di kalangan kelas atas.
Ciri Khas
Rumah gaya Victorian mudah dikenali dengan beberapa ciri khasnya, yaitu:
- Fasad yang rumit dan dekoratif: Dihiasi dengan detail seperti ukiran kayu, jendela kaca patri, menara, balkon, dan veranda.
- Atap yang curam dan bertingkat: Biasanya berbentuk segitiga dengan berbagai kemiringan dan dilengkapi dengan atap pelana dan dormer.
- Warna yang berani dan cerah: Sering menggunakan warna-warna seperti merah, kuning, biru, dan hijau untuk eksterior dan interior.
- Material yang kokoh: Dibangun dengan batu bata, kayu, dan besi, memberikan kesan kokoh dan tahan lama.
- Denah lantai yang kompleks: Memiliki banyak ruangan dengan fungsi yang berbeda, seperti ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, kamar tidur, dan ruang kerja.
- Interior yang kaya dengan detail: Dihiasi dengan wallpaper berpola, karpet tebal, tirai berat, dan furnitur antik yang rumit.
Detail Arsitektur
Berikut beberapa detail arsitektur yang umum ditemukan pada rumah gaya Victorian:
- Jendela: Jendela besar dengan berbagai bentuk dan ukuran, sering kali dihiasi dengan kaca patri atau tirai renda.
- Pintu: Pintu depan yang kokoh dan dekoratif, sering kali terbuat dari kayu ek atau mahoni.
- Veranda: Ruang terbuka di depan rumah yang dilindungi oleh atap, digunakan untuk bersantai atau menerima tamu.
- Cerobong asap: Cerobong asap yang tinggi dan dekoratif, sering kali terbuat dari batu bata atau terakota.
- Ornamen: Ornamen seperti ukiran kayu, hiasan besi tempa, dan kaca patri menghiasi fasad dan interior rumah.
Gaya Sub-Victorian
Gaya Victorian memiliki beberapa sub-gaya yang populer, antara lain:
- Gothic Revival: Menekankan pada detail melengkung, jendela lancip, dan menara.
- Italianate: Terinspirasi dari arsitektur Italia, dengan ciri khas fasad simetris, balkon, dan atap datar.
- Queen Anne: Menampilkan detail yang lebih rumit dan eklektik, dengan menara, balkon, dan atap yang tidak biasa.
- Stick: Dikenal dengan penggunaan kayu yang berlebihan untuk dekorasi eksterior, seperti detail tongkat dan balok.
Pengaruh di Indonesia
Gaya Victorian banyak diadopsi dalam arsitektur kolonial Belanda di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Bangunan-bangunan bergaya ini masih dapat dilihat di beberapa tempat, dan menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.

.jpg)
0 Komentar